Kisah Pilu Abdurrahman Wahid, Balita Pejuang Tumor Mata Menangis Bercucuran Darah. Ayo Bantu.!!

.

Sungguh berat ujian hidup yang diderita balita Abdurrahman Wahid. Belum genap berusia dua tahun, bocah imut mungil ini harus menjalani hidup dengan dahsyatnya penyakit tumor ganas sebesar bola tennis yang bersarang di matanya (retinoblastoma). Ayo Bantu.!!

 

TANGERANG, Infaq Dakwah Center (IDC) – Perhatikan baik-baik foto balita ini!! Tak terbayangkan bila ujian ini menimpa diri kita. Setiap saat merasakan sakit, nyeri, cekot-cekot diserang tumor ganas sebesar bola tenis di mata kirinya.

Bila sakitnya kambuh bocah berusia 18 bulan ini menangis tak tertahankan hingga bercucuran air mata bersimbah darah. Orang dewasa pun belum tentu sanggup sabar menahan nyeri yang hebat setiap hari di bagian mata yang menjalar hingga ubun-ubun di kepala.

Abdurrahman terlahir normal seperti bayi lainnya pada September 2019. Sampai berusia tujuh bulan, ia tumbuh sehat, ganteng, lucu, ceria, dan menggemaskan.

Namun semua keceriaan itu berubah total pada bulan Maret 2020, ketika di kelopak mata kirinya tumbuh bintik hitam seperti mata kucing. Kian hari bintik hitam ini terus membesar dengan cepat menjadi benjolan hitam gosong sekepalan tangan orang dewasa. Selang beberapa bulan, menyusul mata kanan Abdurrahman juga mengalami kebutaan.

Sejak saat itu, Abdurrahman kerap merintih tangis hingga bercucuran air mata bersimbah darah lantaran menahan sakit tumor yang sangat ganas itu. Berulang kali mengalami pendarahan hebat, Abdurrahman pun kerap dilarikan ke rumah sakit untuk  transfusi darah.

Dengan segala keterbatasan ekonomi, keluarga aktivis dakwah ini tinggal di rumah kontrakan petak. Meski demikian, demi kesembuhan anak semata wayangnya, mereka berkorban apa saja untuk pengobatan yang lebih cepat tanpa menggunakan fasilitas BPJS. Hingga saat ini, terhitung sudah merogoh kocek pribadi hingga sepuluh juta rupiah.

...ia merintih tangis hingga bercucuran air mata bersimbah darah lantaran menahan dahsyatnya sakit tumor ganas itu...

Terus Ikhtiar: Optimis di Tengah Himpitan Ekonomis

Ustadz Bustanul Arifin (42), sang ayah, adalah mubaligh aktivis Islam yang menjadi pengurus organisasi dakwah di daerahnya. Murid KH Bunyamin –ulama   tersohor di Jakarta Barat–ini pun tak bisa bekerja setiap hari untuk mencari nafkah. Karena aktivitasnya tersita untuk merawat dan wira-wiri pengobatan putra semata wayangnya yang tengah sakit keras. Hal yang sama pun juga dialami Siti Annisa (26), sang istri tak lagi bekerja demi merawat bayinya.

Saat dikunjungi Relawan IDC, Abdurrahman baru pulang berobat dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta Pusat untuk jalani uji laboratorium dan CT scan, guna mendiagnosa sejauh mana tumor mata retinoblastoma menyerang.

“Alhamdulillah tadi kita sudah ke RSCM untuk penanganan menghentikan pendarahan di matanya, soalnya sel darah di matanya rapuh jadi kalau menangis sering mengeluarkan darah sehingga membuat HB nya turun”, ujar Ustadz Arifin di kediamannya, Senin (01/02/2021).

Rencananya dalam waktu dekat Abdurrahman akan dirawat inap di RSCM untuk observasi dan persiapan Radiotherapy mencegah pendarahan di matanya.

Untuk pengobatan intensif dengan biaya mandiri non bpjs, Abdurrahman membutuhkan uluran tangan dari kaum muslimin.

...Dan Allah senantiasa membantu seorang hamba selama hamba tersebut senantiasa membantu saudaranya...

INFAQ DARURAT PEDULI KASIH SESAMA MUSLIM

Ujian penyakit yang menimpa ananda ananda Abdurrahman Wahid adalah beban kita juga, karena persaudaraan setiap Muslim ibarat satu tubuh. Jika satu anggota tubuh sakit, maka anggota tubuh lainnya otomatis terganggu karena merasakan kesakitan juga.

مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِي تَوَادِّهِمْ وَتَرَاحُمِهِمْ وَتَعَاطُفِهِمْ، مَثَلُ الْجَسَدِ إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى.

“Perumpamaan kaum mukminin dalam cinta-mencintai, sayang-menyayangi dan bahu-membahu, seperti satu tubuh. Jika salah satu anggota tubuhnya sakit, maka seluruh anggota tubuhnya yang lain ikut merasakan sakit juga, dengan tidak bisa tidur dan demam” (Muttafaq ‘Alaih).

مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُنْيَا نَفَّسَ الله عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَومَ القِيَامَةِ و مَنْ يَسَّرَ عَلَى مُعْسِرٍ يَسَّرَ الله عَلَيهِ في الدُنيَا و الأَخِرَةٍ و مَن سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ الله في الدُنيَا و الأَخِرَةٍ و الله في عَونِ العَبْدِ ما كان العَبْدُ في عَونِ أَخِيهِ

“Barangsiapa menghilangkan kesulitan seorang mukmin di dunia, maka Allah akan melepaskan kesulitannya pada hari kiamat. Barangsiapa memudahkan orang yang tengah dilanda kesulitan, maka Allah akan memudahkannya di dunia dan di akhirat. Dan Allah senantiasa membantu seorang hamba selama hamba tersebut senantiasa membantu saudaranya...” (HR Muslim).

Donasi untuk membantu pengobatan ananda Abdurrahman Wahid bisa disalurkan melalui program INFAQ DARURAT:

  1. Bank Muamalat, No.Rek: 34.7000.3005 a.n: Yayasan Infaq Dakwah Center.
  2. Bank BNI Syariah, No.Rek: 293.985.605 a.n: Infaq Dakwah Center.
  3. Bank Mandiri Syari’ah (BSM), No.Rek: 7050.888.422 a.n: Yayasan Infaq Dakwah Center.
  4. Bank Bukopin Syariah, No.Rek: 880.218.4108 a.n: Yayasan Infaq Dakwah Center.
  5. Bank BTN Syariah, No.Rek: 712.307.1539 a.n: Yayasan Infaq Dakwah Center.
  6. Bank Mega Syariah, No.Rek: 1000.154.176 a.n: Yayasan Infaq Dakwah Center.
  7. Bank Mandiri, No.Rek: 156.000.728.7289 a.n: Yayasan Infaq Dakwah Center.
  8. Bank BRI, No.Rek: 0139.0100.1736.302 a.n: Yayasan Infaq Dakwah Center.
  9. Bank CIMB Niaga, No.Rek: 80011.6699.300 a.n Yayasan Infak Dakwah Center.
  10. Bank BCA, No.Rek: 631.0230.497 a.n Budi Haryanto (Bendahara IDC).

CATATAN:

  • Demi kedisiplinan amanah dan untuk memudahkan penyaluran agar tidak bercampur dengan program lainnya, tambahkan nominal Rp 3.000 (tiga ribu rupiah). Misalnya: Rp 1.003.000,- Rp 503.000,- Rp 203.000,- Rp 103.000,- 53.000,- dan seterusnya.
  • Laporan penyaluran dana akan disampaikan secara online di: www.infaqdakwahcenter.com.
  • Bila biaya pengobatan sudah tercukupi/selesai, maka donasi dialihkan untuk program IDC lainnya.
  • Detail: http://www.infaqdakwahcenter.com/read/idc/1023/balita-tumor/.
  • Video: https://youtu.be/eEd49S01mZM.
  • Info: 08122.700020.