WAKAF MOTOR DAKWAH: Relawan IDC Serahkan Sepeda Motor untuk Dai Lereng Gunung Lawu

 

Terhimpit biaya hidup di tengah suburnya hasil bumi Lereng Gunung Lawu, membuat Ustadz Sriyono Abu Haqqi, Da'i pedalaman Matesih, Tawangmangu, Karanganyar berniat menjual motor bututnya yang sudah menemani dakwah lebih dari 10 tahun. Untuk meringankan beban hidup dan mempermudah aktivitas Da'i yang memiliki empat anak ini, Relawan IDC Solo Raya memberikan motor Megapro hasil dari program sedekah barang bekas berupa motor dari donatur asal Depok, Jakarta. 

KARANGANYAR, Infaq Dakwah Center (IDC)- Kendaraan bermotor, saat ini menjadi sarana wajib bagi seseorang untuk menjangkau dan mempercepat perjalanan dalam mendukung operasional sehari-hari. Terlebih bagi seorang Da'i yang berorentasi akhirat dengan mengajarkan Al-Quran dan As-Sunnah di daerah pedalaman yang mempunyai akses jalan yang cukup sulit.

Suburnya tanah di wilayah lereng Gunung Lawu, Matesih, Tawangmangu, Karanganyar, menjadikan masyarakat setempat mayoritas berprofesi sebagai petani. Namun demikian, kesejahteraan belum bisa dirasakan semua warganya, salah satunya Ustadz Sriyono Abu Haqqi (36) Da'i asal Matesih, yang lahir dari keluarga buruh tani. Ia hanya berprofesi sebagai guru honorer di salah satu SDIT di daerah Tawangmangu guna menghidupi seorang istri dan keempat anaknya.

Alhamdulillah, Relawan IDC Soloraya telah menyerahkan sepeda motor Honda Mega Pro tahun 2011 hasil wakaf dari donatur bapak Abdurrahman - Depok kepada Ustadz Sriyono yang memang sangat membutuhkan alat transportasi, guna menunjang aktifitas dakwahnya di tempat-tempat terpencil, sulit dijangkau bahkan harus melalui medan berat dan curam.

Memperoleh amanah tersebut, relawan IDC segera menggeber motor yang telah diperbarui agar cocok dipakai buat seorang Da'i. Perjalanan jauh, kultur jalan berliku, tanjakan curam, jurang di kanan-kiri jalan, serta pemandangan perbukitan, terasa nikmat bagi relawan IDC saat menuju Masjid tempat Ustadz Sriyono mengajar. Sekitar 1,5 jam perjalanan dari kantor IDC Solo Raya, membuat semangat dan tertantang bagi relawan IDC menunaikan amanah donatur ini.

Saat relawan IDC bersua di Masjid Al Muttaqin Matesih, rasa bahagia Ustadz Sriyono terpancar dari wajahnya. Senyum lebar menyambut kedatangan relawan IDC di sela-sela menyimak hafalan dari puluhan santrinya.

"Assalamualaikum, dengan Ustadz Sriyono Abu Haqqi? Kami dari Infaq Dakwah Center ingin memberikan amanah dari donatur lewat program kami sedekah barang bekas, berupa motor untuk da'i pedalaman. Alhamdulillah antum kami pandang sangat pantas menerima wakaf ini," ucap Sedyo, relawan IDC Solo Raya.

"Alhamdulillah, jazakumullah Khoiron kepada infaq dakwah center dan donatur yang memberikan sedekah. Semoga motor itu bisa kami manfaatkan untuk keperluan dakwah," kata Ustadz Sriyono sedikit kaget.

Berbekal informasi dari salah satu teman, relawan IDC mengetahui sudah sejak lama, Ustadz Sriyono, ingin menjual motor bututnya untuk menutup biaya hidup. Hal itu dikarenakan, tanggungan mengembalikan semua gajinya atas sanksi pihak salah satu sekolah tempat dulu ia mengajar lantaran ikut aksi bela Rohingya di Magelang, beberapa waktu yang lalu.

Selama ini, aktifitas dakwah ustadz Sriyono dalam mengajar di SDIT dan 3 TPQ serta mengajarkan ilmu Al Qur'an ke masyarakat, menjadi Khotib di mimbar Jumat, di wilayah terpencil, ia jalani dengan mengunakan sepada motor tua keluaran 90 an yang sudah menemaninya lebih dari 10 tahun.

Dengan diserahkannya motor Megapro hasil sedekah barang bekas dari donatur ini, IDC berharap kedepan, bisa bermanfaat untuk perjuangan Islam dalam dakwah Ustadz Sriyono di daerah pedalaman lereng Gunung Lawu.

"Semoga apa yang kita berikan ini bisa dimanfaatkan dengan baik, dan dapat membantu perjuangan Islam terutama di sekitar sini yang memang masih butuh banyak sentuhan dakwah," pintanya.

Sementara itu, Ustadz Sriyono dengan senang hati menerima bantuan motor itu dan penuh rasa bersyukur. Dia juga mengucapkan terimakasih kepada IDC serta mendoakan kepada Donatur agar diberi pahala jariyah yang terus mengalir.

"Jazakallahu khoiron kepada Infaq Dakwah Center, semoga apa yang diberikan ini bisa bermanfaat buat dakwah kami. Kepada para donatur insyaAllah, Allah akan lipat gandakan harta benda yang antum infaqkan di jalan-jalan Allah dan menjadi amal jariyah yang bermanfaat di dunia maupun di akhirat kelak, amin," tutur Ustadz Sriyono.

SEDEKAH BARANG

Adalah program infaq multimanfaat berupa sedekah barang layak pakai, untuk maksimalisasi amaliah dakwah, pendidikan, pemberdayaan umat, dan sosial fisabilillah.

Barang layak pakai (baru maupun bekas) yang disedekahkan, akan dikonversi menjadi amal shalih melalui dua cara:

PERTAMA, sebagian barang bisa dijual/dilelang, hasilnya untuk program-program dakwah, pendidikan (beasiswa yatim), pemberdayaan umat dan sosial fisabilillah.

KEDUA, barang langsung disumbangkan kepada orang atau lembaga yang membutuhkan, misalnya: warga binaan dakwah di pedalaman, korban bencana alam, sekolah Islam, pondok pesantren, anak-anak yatim, para dhuafa, dsb.

AGAR BARANG TAK TERPAKAI MENJADI BERNILAI

“Dan apa saja yang kamu infaqkan, niscaya Allah akan menggantinya. Dan Dialah Pemberi rezeki yang sebaik-baiknya” (Qs Saba’ 39).

“Allah Ta’ala berfirman, “Wahai anak Adam berinfaqlah, niscaya Aku akan mengganti infaqmu”(hadits qudsi Muttafaq ‘Alaihi dari Abu Hurairah).

Barang yang tidak dipakai di rumah, pakaian, sepeda motor rusak, meja, kursi, lemari, televisi, mesin cuci, sepeda dll yang menumpuk mangkrak di rumah merusak estika dan mengganggu kenyamanan.

Tumpukan barang itu kalau dibiarkan akan dimakan rayap, jadi sarang kecoak atau bahkan tikus. Semakin lama nilainya makin menyusut, keberadaannya sangat mengganggu pemandangan. Mau dibuang, tapi sayang masih layak pakai. Mau dijual, harganya jatuh dan murah sekali.

LASKAR SEDEKAH BARANG

Infaq/sedekah barang melalui IDC bisa disampaikan melalui dua pilihan yang mudah:

1. Barang dikirimkan langsung atau dikirim via Pos/TIKI/JNE ke Kantor IDC:

    Yayasan Infaq Dakwah Center (IDC)
    Jl. Veteran No. 48 Kota Bekasi– 17141
    (Kompleks SD Islam An-Najah, Samping Masjid Agung Al-Barkah Bekasi)

2. Dijemput oleh Laskar Sedekah Barang IDC (sementara khusus wilayah Jabotabek dan Solo Raya).