IDC Salurkan Aqiqah Rumaisha Kinanah kepada Mujahidin dan Peserta Tahfizh Al-Qur’an di Dua Penjara

 

JAKARTA, Infaq Dakwah Center (IDC) - Alhamdulillah, IDC telah menunaikan amanah aqiqah salah seorang donatur ke dua penjara,. Aqiqah atas nama ananda Rumaisha Kinanah itu disembelih pada Rabu (27/4/2016) dan disalurkan kepada para mujahid dan peserta Tahfidz Qur’an di penjara LP Cipinang dan LP Salemba Jakarta pada Kamis (28/4/2016).

Semoga ananda Rumaisha Kinanah kelak tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, shalihah, qurrota a’yun, muslimah yang istiqamah fisabilillah, meraih husnul khatimah dan sukses menjadi ahli surga. Aamiin.

Berikut foto dokumentasi dari peneyembelihan hingga pengiriman amanah aqiqah:

 

 

AQIQAH MEMULUSKAN SYAFAAT ANAK UNTUK KEDUA ORANG TUA

Program ini bukan aqiqah biasa. Dengan beraqiqah, akan memperoleh banyak manfaat dan hikmah, antara lain:

  1. Menghidupkan Sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam
  2. Agar bayi yang dilahirkan dipelihara dari Syaitan
  3. Aqiqah merupakan kurban untuk mendekatkan diri kepada Allah dan bersyukur atas karunia anak, yang pahalanya ditujukan untuk bayi yang baru lahir ke alam dunia.
  4. Memberikan manfaat kepada anak yang diaqiqahi, sebagaimana ia juga akan mendapat manfaat dari doa ibu bapaknya atau orang shalih untuk keberkahannya.
  5. Sebagai fidyah (tebusan) untuk menebus si anak, sebagaimana Allah Ta'ala menebus Ismail ‘alaihissalam yang akan disembelih dengan seekor kambing yang sangat besar.
  6. Sebagai sarana untuk melepas gadaian (ikatan) pada si bayi yang baru dilahirkan. Sebab seorang anak dalam keadaan tergadai (terikat) dengan aqiqahnya.

“Setiap bayi tergadai dengan aqiqahnya, disembelihkan (kambing) untuknya pada hari ke tujuh, dicukur dan diberi nama” (HR Abu Dawud, Tirmidzi, Ibnu Majah dll dari Samurah bin Jundub RA, dishahihkan oleh Al-Hakim, Syaikh Albani dan Syaikh Abu Ishaq Al-Huwaini).

Menurut Imam Ahmad, maksud “tergadai” di sini adalah tertahannya syafaat sang anak untuk kedua orangtuanya.

...Menurut Imam Ahmad, maksud “tergadai” di sini adalah tertahannya syafaat sang anak untuk kedua orangtuanya...

Karena setan telah bersumpah kepada Allah untuk menghancurkan keturunan Adam, maka setan selalu berada di tempat pengintaian terhadap bayi-bayi sejak pertama kali keluar di dunia. Sewaktu si anak lahir, setan bersegera mendatanginya dan menggabungkan kepadanya, berusaha menjadikannya dalam genggamannya dan serta dijadikan rombongan pengikut dan tentaranya. Setan sangat bersemangat melakukan ini sehingga mayoritas anak-anak yang dilahirkan termasuk dari bagian dan tentara setan. Kondisi inilah yang dimaksud “tergadai” dalam hadits Nabi.

Maka Allah Ta’ala mensyariatkan bagi kedua orang tuanya untuk melepaskan gadainya dengan sembelihan yang menjadi tebusannya. Jika orang tua belum menyembelih hewan aqiqah untuknya, si anak masih tergadai dengannya. Oleh karena itu, Rasulullah SAW bersabda, “Setiap bayi tergadai dengan aqiqahnya, disembelihkan (kambing) untuknya.”

...program ini menjadikan narapidana sebagai kader penghafal Al-Qur’an yang ‘alim, shalih dan berkepribadian Qur’ani yang siap menjadi pengemban misi Islam...

 

AQIQAH BERSAMA PESERTA TAHFIDZ DI PENJARA

Program “Tahfiz/Menghafal Al-Qur’an di Penjara” ini digelar untuk mensupport para narapidana yang berusaha mencintai Kitab Suci Al-Qur'an dengan cara menghafal dan mengkaji selama masa tahanan.

إِنَّاللّٰهَ يَرْفَعُ بِهَذَا الْكِتَابِ أَقْوَامًا وَيَضَعُ بِهِ آخَرِينَ.

“Sesungguhnya Allah mengangkat beberapa kaum dengan Al Qur’an ini dan menghinakan yang lain dengannya” (HR Muslim 817).

Apapun status disandang di penjara, ketika menghafal Al-Qur'an, maka Allah akan memuliakan mereka sebagai Kerabat/Keluarga Allah (ahlullah). Mereka memiliki banyak keutamaan dan ketakwaan ketika berusaha penghafal Al-Qur'an, antara lain: mendapat gelar “Shahibul Qur’an” (pemilik Al-Qur'an); sebaik-baik manusia (khairunnas); berhak mendapat syafaat Al-Qur'an di hari Kiamat; berhak menduduki derajat yang tinggi di surga; pengemban panji Islam yang sejati; dan lain sebagainya.

 

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللّٰهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: (إِنَّ لِلَّهِ أَهْلِيْنَ مِنَ النَّاسِ) قَالُوْا: يَا رَسُوْلُ اللّٰهِ مَنْ هُمْ قَالَ هُمْ أَهْلُ الْقُرْآنِ أَهْلُ اللّٰهِ وَخَآصَّتُه.

Dari Anas Radhiyallahu ‘anhu ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah mempunyai keluarga di antara manusia, para shahabat bertanya, "Siapakah mereka ya Rasulullah?" Rasul menjawab, "Para ahli Al-Qur’an. Merekalah keluarga Allah dan pilihan-pilihan-Nya."

Tujuan program ini adalah untuk menjadikan para narapidana (tahanan) sebagai kader penjaga dan penghafal Al-Qur’an yang ‘alim, shalih dan berkepribadian Qur’ani yang siap menjadi pengemban misi/panji Islam (haamilul Qur’an haamilu rooyatil Islam), khususnya di lingkungan penjara. Di harapkan kelak setelah bebas dari penjara bisa menjadi generasi Qur'ani yang menyiarkan dan menanamkan nilai-nilai Al-Qur’an di tengah kehidupan masyarakat.

...Demi tegaknya Syariat Islam mereka berjuang secara totalitas, meski konsekuensinya mereka dipenjarakan rezim...

AQIQAH BERSAMA MUJAHIDIN DI PENJARA

Program bertajuk “Aqiqah Bersama Mujahidin Di Penjara” ini didedikasikan sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT dan ta’zhim kepada para mujahid yang telah mengorbankan harta, jiwa dan raganya untuk meninggikan kalimat Allah (li i'lai kalimatillah). Demi tegaknya Syariat Islam mereka berjuang secara totalitas, meski konsekuensinya jasad mereka dipenjarakan rezim.

Semoga dengan menyalurkan Aqiqah kepada para mujahidin, dapat mempertebal solidaritas, kemanusiaan dan kecintaan terhadap syariat Jihad Fisabilillah yang sangat diagungkan Islam.

Al-Qur’an menempatkan jihad pada urutan yang paling utama di antara ibadah-ibadah yang lain. Jihad adalah ibadah yang agung, jalan yang mulia dan terpuji dalam membangun kehidupan berlandaskan Islam. Dengan jihad, Islam dan umatnya akan memiliki izzah, merintis khilafah islamiyah, meraih kemenangan dan menumpas kezaliman. Tak heran jika kedudukan orang mukmin yang jihad memiliki kasta yang lebih tinggi dibandingkan orang mukmin yang tidak berjihad:

“Tidaklah sama antara orang beriman yang duduk (yang tidak turut berjihad) tanpa mempunyai uzur dengan orang yang berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwanya. Allah melebihkan derajat orang-orang yang berjihad dengan harta dan jiwanya atas orang-orang yang duduk (tidak ikut berjihad tanpa halangan). Kepada masing-masing Allah menjanjikan (pahala) yang baik (surga) dan Allah melebihkan orang-orang yang berjihad atas orang yang duduk dengan pahala yang besar, (yaitu) beberapa derajat dari padanya, serta ampunan dan rahmat, Allah maha pengampun lagi maha penyayang” (Qs An-Nisa’ 95-96).

...Orang mukmin yang jihad memiliki kasta yang lebih tinggi dibandingkan orang mukmin yang tidak berjihad...

“…Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta, benda dan diri mereka, adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah; dan itulah orang-orang yang mendapat kemenangan. Tuhan mereka menggembirakan mereka dengan memberikan rahmat dari pada-Nya, keridhaan dan surga, mereka memperoleh di dalamnya kesenangan yang kekal, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar” (Qs At-Taubah 19-22).

Rasulullah SAW menyatakan bahwa Jihad di jalan Allah adalah amalan yang tertinggi martabatnya dalam Islam. Beliau menyebut jihad sebagai puncaknya Islam (dzarwatu sanamil Islam):

“Kepala urusan ini adalah Islam dan barangsiapa yang memeluk Islam maka dia akan selamat, sedangkan tiangnya adalah shalat dan puncaknya ketinggiannya adalah Jihad, tidak akan dapat mencapainya kecuali orang yang paling utama di antara mereka” (HR At-Thabrani).

Mujahidin bukanlah manusia biasa, tetapi seutama-utamanya manusia. Rasulullah SAW bersabda: “Rasulullah SAW ditanya, siapakah orang yang mulia (utama)? Beliau menjawab, “Seorang laki-laki yang berjihad di jalan Allah” (HR Bukhari dari Abu Sa’id Al-Khudri).

...Pahala jihad tidak terbatas kepada mujahid yang berperang saja. Apa saja yang berkaitan dengan Jihad di Jalan Allah akan diberikan ganjaran dan keutamaan yang berlipat kali ganda...

Ganjaran yang diberikan oleh Allah kepada para Mujahid tidak terbatas kepada berperang saja. Apa saja yang berkaitan dan berhubungan dengan Jihad di Jalan Allah akan diberikan ganjaran dan keutamaan yang berlipat kali ganda.

“Dan orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dan orang-orang yang memberi tempat kediaman dan memberi pertolongan kepada orang-orang Muhajirin, mereka itulah orang-orang yang benar-benar beriman, mereka memperoleh ampunan dan rezeki yang mulia” (Qs Al-Anfal 74).

Rasulullah SAW telah menjanjikan: “Barangsiapa yang menafkahkan satu perbelanjaan untuk Jihad di Jalan Allah maka ditulis baginya tujuh ratus ganda ganjaran” (HR Tirmidzi). [taz]

=======================================.

Info & Order Aqiqah di Penjara:

08999704050 (sms/whatsapp)

Share this post..
  • Apa itu IDC ?

    Infaq Dakwah Center (IDC) adalah lembaga independen yang berkhidmat untuk memfasilitasi kaum muslimin dalam menyalurkan infaq dan shadaqah secara tepat, produktif dan multiguna kepada pihak-pihak yang membutuhkan (mustahiq), untuk menunjang dakwah dan pemberdayaan umat Islam.

    more info
  • Visi & Misi

    Mewujudkan kemaslahatan umat untuk mendorong kemajuan dakwah. Optimalisasi dana umat untuk mengatasi problematika dakwah dan keummatan. Soliditas ukhuwah Islamiyah untuk membantu yatim, dhuafa, dan kalangan tertimpa musibah. Sinergi jaringan pendukung dan pelaku dakwah.

    more info
  • Program IDC

    PROGRAM DAKWAH
    Pengiriman Dai Khusus ke daerah terasing, pembinaan muallaf, dakwah media cetak & online.
    PROGRAM SOSIAL DAN KEMANUSIAAN
    Pengobatan & khitanan massal, tanggap darurat bencana, tebar qurban, santunan fakir miskin, yatim dan dhuafa.
    PROGRAM PENDIDIKAN DAN PELATIHAN
    Beasiswa yatim & dhuafa, pelatihan kewirausahaan bagi aktivis dakwah...

    more info
  • Produk IDC

    Infaq Dakwah Terpadu Beasiswa Yatim dan Dhuafa Infaq Darurat & Tanggap Bencana Solidaritas Keluarga Syuhada & Mujahidin Solidaritas Kemanusiaan Muslim Dunia Infaq Produktif Pemberdayaan Ekonomi Umat Tebar Qurban dan Aqiqah

    more info
  • Kiprah IDC

    Beasiswa yatim & dhuafa Qurban di daerah rawan pemurtadan & daerah binaan dakwah. Recovery dan dakwah umat Islam Ambon Maluku pasca pembantaian dan penyerbuan dari pihak Salibis Renovasi rumah dhuafa & aktivis Islam. Bantuan pengobatan para muallaf & kaum dhuafa. Bakti sosial, pengobatan massal & khitanan massal. Tanggap darurat bencana banjir.

    more info
  • Ayo Jadi Member IDC S3

    Fasilitas bagi kaum muslimin yang tidak punya kemampuan, keahlian dan waktu luang tapi ingin berdakwah, membina anak yatim, membantu kaum tertimpa musibah, membangun sarana ibadah dll. Siapapun bisa berdakwah, beramal dan berjuang menegakkan Syariat Islam, tanpa turun ke lapangan dan tanpa resiko.

    more info
Testimoni

Kontak IDC

  • Kantor: Jl. Veteran No. 48 Bekasi
    (Samping Masjid Agung Al-Barkah Bekasi)
  • SMS/WA/Line: 08122.700020
  • Mobile: 08567.700020, 08175.700020
  • Broadcast: 085210.700020 (no reply)
  • Sedekah Buku Club: 08999.704050
  • Email: idc.pusat@gmail.com, idc.pusat@yahoo.com
  • Facebook: IDC - Infaq Dakwah Center
  • Twitter: @IDCinfaqCenter
  • Instagram: @infaqdakwahcenter
  • PIN BBM: D637B92B
  • BBM Channel: C00354681

Spesial Donasi
Cinta Yatim Syuhada

Bank Muamalat No.rek: 34.7000.3006
a/n: Yayasan Infaq Dakwah Center

Rekening IDC

Bank Muamalat
No.Rek. 34.7000.3005
a/n Yayasan Infaq Dakwah Center

Bank Syariah Mandiri (BSM)
No.Rek: 7050.888.422
a/n Yayasan Infaq Dakwah Center

BNI Syariah
No.Rek: 293.985.605
a/n Yayasan Infaq Dakwah Center

Bank Mandiri
No.Rek: 156.000.728.728.9
a/n Yayasan Infaq Dakwah Center

Bank BRI
No.Rek: 0139.0100.1736.302
a/n Yayasan Infaq Dakwah Center

Bank CIMB Niaga
No.Rek: 675.0100.407.006
a/n Yayasan Infaq Dakwah Center

Bank BCA
No.Rek: 631.0230.497
a/n Budi Haryanto (Bendahara IDC)