Raih Puncak Ketinggian Islam, Mari Dukung Program ''Solidaritas Keluarga Mujahidin''

Infaq Dakwah Center (IDC) – Ratusan mujahid Islam yang berjuang menegakkan Syariat Islam secara totalitas, dijebloskan ke penjara karena amaliah jihadnya dianggap berbahaya dan makar oleh rezim zalim. Demi jihad mereka harus berpisah dengan keluarga, menghabiskan waktu bertahun-tahun, belasan tahun, puluhan tahun hingga seumur hidup di penjara. Keluarga, istri dan anak-anak para mujahidin menjadi tanggungjawab kaum muslimin.

Sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT dan ta’zhim kepada para mujahid di seluruh nusantara yang telah mengorbankan harta, jiwa dan raganya untuk meninggikan kalimat Allah (li i’lai kalimatillah), IDC menggulirkan program SOLIDARITAS KELUARGA MUJAHIDIN.

Melalui program ini, diharapkan dapat mempertebal solidaritas, kemanusiaan dan kecintaan terhadap syariat Jihad Fisabilillah yang sangat diagungkan Islam. Karena Al-Qur’an menempatkan jihad pada urutan yang paling utama di antara ibadah-ibadah yang lain. Jihad adalah puncaknya Islam (dzirwatu sanamil Islam), ibadah yang agung, jalan yang mulia dan terpuji dalam membangun kehidupan berlandaskan Islam.

Dengan jihad, Islam dan umatnya akan memiliki izzah, meraih kemenangan dakwah, amar ma'ruf dan menumpas kezaliman (nahi munkar). Tak heran jika kedudukan orang mukmin yang jihad memiliki kasta yang lebih tinggi dibandingkan orang mukmin yang tidak berjihad:

“Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta benda dan diri mereka, adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah; dan itulah orang-orang yang mendapat kemenangan. Tuhan mereka menggembirakan mereka dengan memberikan rahmat dari padaNya, keridhaan dan surga, mereka memperoleh didalamnya kesenangan yang kekal. mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar” (At-Taubah 20-22).

“...Allah melebihkan orang-orang yang berjihad dengan harta dan jiwanya atas orang-orang yang duduk (tidak ikut berperang tanpa uzur) satu derajat. Kepada masing-masing mereka Allah menjanjikan pahala yang baik (surga). Dan Allah melebihkan orang-orang yang berjihad atas orang yang duduk dengan pahala yang besar, (yaitu) beberapa derajat dari pada-Nya, ampunan serta rahmat. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (Qs An-Nisa’ 95-96).

Di mata Rasulullah SAW, mujahid bukanlah manusia biasa, tetapi  seutama-utamanya manusia:

“Rasulullah SAW ditanya, siapakah orang yang mulia (utama)? Beliau menjawab, “Seorang laki-laki yang berjihad di jalan Allah” (HR Bukhari dari Abu Sa’id Al-Khudri).

KEUTAMAAN MENYANTUNI KELUARGA MUJAHIDIN

Ganjaran yang diberikan oleh Allah kepada para Mujahid tidak terbatas kepada orang yang berperang saja. Apa saja yang berkaitan dengan Jihad di Jalan Allah akan diberikan ganjaran dan keutamaan yang berlipat ganda.

“Dan orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah, dan orang-orang yang memberi tempat kediaman dan memberi pertolongan kepada orang-orang Muhajirin, mereka itulah orang-orang yang benar-benar beriman, mereka memperoleh ampunan dan rezeki yang mulia” (Qs Al-Anfal 74).

Rasulullah SAW bersabda:“Barangsiapa yang menafkahkan satu perbelanjaan untuk Jihad di Jalan Allah maka ditulis baginya tujuh ratus ganda ganjaran” (HR Tirmidzi).

Mencukupi dan menanggung kebutuhan keluarga mujahidin juga memiliki pahala dan keutamaan berjihad, karena ia telah menggantikan tugas mujahidin terhadap keluarganya.

مَنْ جَهَّزَ غَازِيًا فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَقَدْ غَزَا وَمَنْ خَلَفَ غَازِيًا فِي أَهْلِهِ فَقَدْ غَزَا

"Barangsiapa yang mempersiapkan perbekalan orang yang berperang di jalan Allah maka ia telah berjihad dan barangsiapa yang menanggung keluarga orang yang berperang di jalan Allah dengan baik (cukup), maka sungguh ia telah berperang" (HR. Bukhari).

أَيُّكُمْ خَلَفَ الْخَارِجَ فِي أَهْلِهِ وَمَالِهِ بِخَيْرٍ كَانَ لَهُ مِثْلُ نِصْفِ أَجْرِ الْخَارِجِ

“Siapapun di antara kalian yang menggantikan tugas orang yang keluar berjihad di keluarganya dan hartanya dengan baik maka dia berhak mendapatkan setengah pahala orang yang keluar berjihad” (HR Muslim Abu Dawud dari Abu Sa’id RA; Shahih Al-Jami’ 2691)

BENCANA BAGI ORANG YANG MENELANTARKAN KELUARGA MUJAHIDIN

Rasulullah SAW mengancam keras orang yang belum pernah menunaikan salah satu dari tiga hal: berperang, memberikan bekal kepada orang yang berperang dan mencukupi kebutuhan keluarga orang yang berperang:

مَنْ لَمْ يَغْزُ أَوْ يُجَهِّزْ غَازِياً أَوْ يَخْلُفْ غَازياً في أهْلِهِ بِخَيرٍ أصَابَهُ اللهُ بِقَارعَةٍ قَبْلَ يَوْمِ القِيَامَةِ

“Barangsiapa belum pernah berperang atau membekali orang yang berperang atau menggantikan tugas orang yang berperang dalam keluarganya dengan baik, maka Allah akan menimpakan bencana kepadanya sebelum datangnya hari kiamat” (HR Abu Daud dari Abu Umamah Al-Bahili RA).

Abdurrazaq meriwayatkan dari Sa’id bin Abdul Aziz, dia berkata, aku mendengar Makhul berkata, Rasulullah SAW bersabda:

“Tidaklah sebuah keluarga yang tak satu pun dari mereka keluar berperang atau membekali orang yang berperang atau menggantikan tugas orang yang berperang di keluarganya dengan baik, melainkan Allah akan menimpakan bencana kepada mereka sebelum datangnya kematian” (Hadits mursal).

Mengomentari hadits-hadits tersebut,  Syaikh Abu Bashir hafizhahullah menjelaskan: “Seorang mukmin tidak boleh baginya kecuali harus menjadi salah satu di antara tiga kelompok; dia berperang di jalan Allah, atau menggantikan tugas orang yang berperang di keluarganya dengan baik, atau membekali orang yang berperang di jalan Allah. Jika dia tiak menjadi salah satupun di antara tiga kelompok tersebut, maka silahkan menunggu bencana yang akan menimpanya -tidak ada yang mengetahui bencana apa itu kecuali Allah- sebelum hari kiamat”(Risalah Limadza Al-Jihad Fisabilillah).

Ibnul Atsir menafsirkan, makna kalimat “ashaabahullah biqaari’ah” dalam hadits tersebut artinya: Allah akan menimpakan musibah yang menghancurkannya. Dikatakan “qara’ahu amrun” apabila dia ditimpa musibah secara tiba-tiba. Bentuk jama’ dari qari’ah adalah qawari. (An-Nihayah Li-Gharibil-Hadits Wal-Atsar).

KHIDMAT TERBAIK UNTUK KELUARGA MUJAHIDIN

Donasi program “Solidaritas Keluarga Mujahidin” disampaikan kepada keluarga syuhada dan mujahidin, dalam empat macam bantuan yang disesuaian dengan kondisi dan kebutuhan mustahiq, antara lain:

1. Bantuan mukafaah (living cost) setiap bulan.

2. Bantuan pendidikan (beasiswa) dan pendidikan keterampilan.

3. Bantuan kesehatan dan keperluan darurat yang disalurkan secara temporer.

4. Bantuan permodalan usaha bagi yang memiliki keterampilan (skill).

ANGGARAN BULANAN IDC

Data terakhir sampai berita ini ditulis, anggaran rutin bulanan IDC adalah sebesar Rp 119.933.000,- terdiri dari:

1. Beasiswa di sekolah Islam, pesantren & perguruan tinggi: Rp 41.633.000,-

2. Santunan mukafaah keluarga syuhada dan mujahidin: Rp 51.200.000,-

3. Program Dakwah Terpadu: Rp 27.100.000,-

Anggaran rutin ini belum termasuk bantuan darurat (pengobatan, bantuan musibah dll) dan program permodalan kepada keluarga mujahidin yang diserahkan secara temporer sesuai kebutuhan dan kesediaan dana. Selain itu, anggaran ini masih akan terus bertambah setiap bulan mengingat banyaknya daftar permohonan yang masih tercatat dalam daftar waiting list.

Bagi kaum Muslimin yang terpanggil untuk membantu pendidikan dan kesejahteraan keluarga mujahidin, bisa mengirimkan donasi ke dalam program Solidaritas Keluarga Mujahidin:

  1. Bank Muamalat, No.Rek: 34.7000.3005 a.n: Yayasan Infaq Dakwah Center.
  2. Bank BNI Syariah, No.Rek: 293.985.605  a/n: Yayasan Infaq Dakwah Center.
  3. Bank Mandiri Syar’iah (BSM), No.Rek: 7050.888.422  a/n: Yayasan Infaq Dakwah Center.
  4. Bank Mandiri, No.Rek: 156.000.728.7289  a.n: Yayasan Infaq Dakwah Center.
  5. Bank BRI, No.Rek: 0139.0100.1736.302  a.n: Yayasan Infaq Dakwah Center.
  6. Bank CIMB Niaga, No.Rek: 675.0100.407.006  a.n Yayasan Infak Dakwah Center.
  7. Bank BCA, No.Rek: 631.0230.497  a.n Budi Haryanto (Bendahara IDC)

CATATAN:

  • Demi kedisiplinan amanah dan untuk memudahkan penyaluran agar tidak bercampur dengan program lainnya, tambahkan nominal Rp 6.000 (enam ribu rupiah). Misalnya: Rp 1.006.000,- Rp 506.000,- Rp 206.000,- Rp 106.000,- 56.000,- dan seterusnya.
  • Info: 08122.700020 – 08999.704050.

 

Save

Save

Share this post..
  • Apa itu IDC ?

    Infaq Dakwah Center (IDC) adalah lembaga independen yang berkhidmat untuk memfasilitasi kaum muslimin dalam menyalurkan infaq dan shadaqah secara tepat, produktif dan multiguna kepada pihak-pihak yang membutuhkan (mustahiq), untuk menunjang dakwah dan pemberdayaan umat Islam.

    more info
  • Visi & Misi

    Mewujudkan kemaslahatan umat untuk mendorong kemajuan dakwah. Optimalisasi dana umat untuk mengatasi problematika dakwah dan keummatan. Soliditas ukhuwah Islamiyah untuk membantu yatim, dhuafa, dan kalangan tertimpa musibah. Sinergi jaringan pendukung dan pelaku dakwah.

    more info
  • Program IDC

    PROGRAM DAKWAH
    Pengiriman Dai Khusus ke daerah terasing, pembinaan muallaf, dakwah media cetak & online.
    PROGRAM SOSIAL DAN KEMANUSIAAN
    Pengobatan & khitanan massal, tanggap darurat bencana, tebar qurban, santunan fakir miskin, yatim dan dhuafa.
    PROGRAM PENDIDIKAN DAN PELATIHAN
    Beasiswa yatim & dhuafa, pelatihan kewirausahaan bagi aktivis dakwah...

    more info
  • Produk IDC

    Infaq Dakwah Terpadu Beasiswa Yatim dan Dhuafa Infaq Darurat & Tanggap Bencana Solidaritas Keluarga Syuhada & Mujahidin Solidaritas Kemanusiaan Muslim Dunia Infaq Produktif Pemberdayaan Ekonomi Umat Tebar Qurban dan Aqiqah

    more info
  • Kiprah IDC

    Beasiswa yatim & dhuafa Qurban di daerah rawan pemurtadan & daerah binaan dakwah. Recovery dan dakwah umat Islam Ambon Maluku pasca pembantaian dan penyerbuan dari pihak Salibis Renovasi rumah dhuafa & aktivis Islam. Bantuan pengobatan para muallaf & kaum dhuafa. Bakti sosial, pengobatan massal & khitanan massal. Tanggap darurat bencana banjir.

    more info
  • Ayo Jadi Member IDC S3

    Fasilitas bagi kaum muslimin yang tidak punya kemampuan, keahlian dan waktu luang tapi ingin berdakwah, membina anak yatim, membantu kaum tertimpa musibah, membangun sarana ibadah dll. Siapapun bisa berdakwah, beramal dan berjuang menegakkan Syariat Islam, tanpa turun ke lapangan dan tanpa resiko.

    more info
Testimoni

Kontak IDC

  • Kantor: Jl. Veteran No. 48 Bekasi
    (Samping Masjid Agung Al-Barkah Bekasi)
  • SMS/WA/Tele/Line: 08122.700020
  • Mobile: 08567.700020, 08175.700020
  • Sedekah Buku Club: 08999.704050
  • Email: idc.pusat@gmail.com, idc.pusat@yahoo.com
  • Facebook: IDC - Infaq Dakwah Center
  • Twitter: @IDCinfaqCenter
  • Instagram: @infaqdakwahcenter

Rekening IDC

Bank Muamalat
No.Rek. 34.7000.3005
a/n Yayasan Infaq Dakwah Center

Bank Syariah Mandiri (BSM)
No.Rek: 7050.888.422
a/n Yayasan Infaq Dakwah Center

BNI Syariah
No.Rek: 293.985.605
a/n Yayasan Infaq Dakwah Center

Bank Mandiri
No.Rek: 156.000.728.728.9
a/n Yayasan Infaq Dakwah Center

Bank BRI
No.Rek: 0139.0100.1736.302
a/n Yayasan Infaq Dakwah Center

Bank CIMB Niaga
No.Rek: 675.0100.407.006
a/n Yayasan Infaq Dakwah Center

Bank BCA
No.Rek: 631.0230.497
a/n Budi Haryanto (Bendahara IDC)